Senin, 03 Mei 2010 - 23:32:37 WIBPelajaran Moral dari Film Laskar PelangiDiposting oleh : Redaksi
- Dibaca: 66 kali
"Kalau Nak Pintar, Belajar! Kalau Nak Berhasil, Usaha!" Itulah mantra
yang diberikan Tuk Bayan Tula kepada anak-anak laskar pelangi saat mau
menghadapi ujian. Berikut beberapa fakta mengapa saya sangat menyukai
film Laskar Pelangi (Petik hikmahnya ya):
1. Pelajaran itu bisa didapatkan dimana saja
Para
Laskar Pelangi menimba ilmu di sekolah reot yang sangat tidak layak,
kegigihan untuk menimba ilmu dan mengubah sejarah hidup membuat mereka
mampu bangkit dan membuktikan bahwa mereka bisa menjadi yang terbaik.
Sebagai blogger, belajarlah dari siapapun, baik master ataupun newbie,
anda tidak akan rugi. Saya selalu senang belajar dari semua orang :)
2. Keinginan untuk memberi.
Keinginan
untuk memberi akan membuat kita kuat dan bahagia. Berbagi itu Indah
(seperti paman gober yang berbagi PR dengan saya). Semangat untuk
memberikan yang terbaik akan membuat kita berusaha sekuat mungkin. Dari
apa yang kita berikan pada orang lain, kitapun akan memetik hasilnya.
Jangan takut kehilangan karena berbagi.
3. Semangat komunitas, lihat bagaimana mereka membangun tim.
Team
building, walaupun saya seorang blogger, di BlogicThink saya bekerja
bersama. Ada perbedaan sikap dalam menghadapi suatu masalah, dan tim
yang baik akan menemukan jalan keluarnya. Saksikan bagaimana Laskar
Pelangi memenangkan karnaval dan cerdas cermat. Terima kasih kepada Mas
Ary yang mau berbagi dengan saya.
4. Kalau Nak Pintar, Belajar! Kalau Nak Berhasil, Usaha!
Saya
suka bagian ini. Laskar pelangi mendatangi dukun untuk lulus dalam
ujian. Sang Dukun yang bertempat di pilau terpencil mengngatkan untuk
membaca mantra itu dipagi hari. Para Laskar pelangipun menurutinya.
Dibawalah selembar mantra tersebut, dibaca didepan sekolah bersama
keras-keras : Kalau Nak Pintar, Belajar! Kalau Nak Berhasil, Usaha!
Yups,
suatu pelajaran bagi kita untuk tidak pendek akal ketika ingin menjadi
blogger sukses. Saya memilih mewawancara Mas Jimmy, ketimbang membeli
resep kebut semalam. Terima kasih untuk Mas Jimmy atas PRnya.
5. Gunakan waktu, mumpung masih muda
Ketika
saya menonton Laskar Pelangi, saya ingat umur. Saya mengagumi mereka
yang memiliki tekad belajar yang kuat, cerita tentang anak-anak kelas 5
SD ini memang mengagumkan. Saya jadi teringat Kawan Blogger saya Ruzdee
yang mengenal internet saat kelas 5 SD, suatu kesempatan yang hebat.
Semoga sukses kawan :)
6. Buku kucel mereka, adalah awal dari masa depan.
9
Laskar pelangi berkumpul dikelas saat sekolah mau dibuka, masih kurang
1 anak. Dalam suasana menunggu Ditampilkan buku kucel yang membuat haru
penonton, efek dramatis berhasil dimunculkan. Melihat buku itu saya
teringat buku catatan saya, saya memiliki buku catatan yang selalu
habis dalam waktu kurang dari satu bulan, isinya adalah ide-ide bisnis.
Saya
jadi ingat spydeey yang menjadikan blognya sebagai oret-oretan catatan
belajar komputer dan internet, thanks atas PRnya Bro :)
7. Lintang, sang jenius yang tak berhenti bermimpi
Melihat
lintang membuat saya melakukan refleksi. Saya tau rasanya putus
sekolah. Dan saya tahu rasanya kehilangan kesempatan kuliah karena
masalah biaya. Bagi saya itu bukan hambatan. Saya tahu saya akan
berhasi. walau kadang dunia tak adil, sekarang saya coba menjawabn
setiap permasalahan, dan saya bahagia.
8. Sekolah kecil itu mengalahkan sekolah dengan modal besar
Karena
sekolah memang bukan soal modal. Pendidikan sejatinya bukan masalah
hitung-hitungan material. Ini masalah nilai-nilai. SD Para Laskar
Pelangi mengalahkan SD berfasilitas lengkap, karena mereka memiliki
cita-cita, semangat, harapan dan kebijaksanaan seorang pendidik.
Saya
adalah seorang trainer di organisasi saya dulu ketika mahasiswa.
Anehnya, saya tidak suka sekolah, saya menganggapnya mengungkung
pemikiran saya. Ada terlalu banyak pemikiran kaku dan tertinggal disana
yang saya tidak sukai.
9. Ajari saya bermimpi
Seandainya
kondisi membuat saya mundur, maka saya telah tertinggal sejak lama.
Banting setir ke dunia bisnis adalah pilihan dari kesulitan ekonomi dan
ketidakmampuan untuk melanjutkan kuliah. Awalnya saya down, namun saya
tidak mau berlama-lama. Saya coba berusaha bangkit. Hari ini, saya
dapat bangga akan ilmu manajemen pemasaran yang saya miliki. Bahkan
ketika bertemu dengan kawan-kawan saya dibangku kuliah dulu. Beruntung,
walaupun tidak bekerja seperti mereka, saya bangga menjadi seorang
blogger dan bukan buruh orang lain. Btw, Om jadul ngasih PR ( Blognya
kok suspend Om?)
10. Seperti Ikal saya berniat sekolah di Perancis
Jika
Ikal pergi ke sorbonne dan berkeliling dunia saya berniat untuk belajar
di Universitas Frankfurt, mungkinkah? kita tunggu saja nanti. (sumber:
blogicthink.com)