|

Seribupilar.com - Perhelatan Pemilihan Walikota Surabaya priode 2010-2015 kurang diminati oleh masyarakat. Hal ini terlihat antusias warga Surabaya tidak begitu berselera dengan pesta demokrasi pemilihan calon Walikota Surabaya. Biasanya saat saat Kampanye seperti sekarang ini diwarnai dengan gegap gempita para simpatisan cawali. Namun saat ini terlihat warga Surabaya tidak begitu merespon Pilwali dengan 5 calon Walikota.
Diwarung warung kopi yang biasanya dijadikan tempat ngobrol tentang Pilwali oleh kalangan menengah kebawah. Kini tak terdengar pembicaraan dukung mendukung, yang ada obrolan berapa saja kami dibayar itulah yang kami coblos. Kalau tidak ya ngapain nyoblos, mending tidur atau mancing saja, demikian kata seseorang yang biasa dipanggil Sony. Inilah fenomena warga Surabaya. Kenapa hal ini bisa terjadi, berikut ini kupasan tentang Pilwali berdasarkan pemantauan saya di berbagai wilayah di Surabaya.
Carut marut Pilwali yang diawali oleh pertikaian internal Partai yang terjadi hampir seluruh Partai. Membuat warga merasa hanya dijadikan pelengkap penderita dalam pesta demokrasi ini. Ternyata kejadian ricuh dalam dukung mendukung di tubuh Partai, kini diikuti kesalahan DPT yang diterbitkan oleh KPU. Oleh beberapa kalangan di duga terjadi pendukungan oknum di KPU terhadap salah satu peserta Pilwali. Kejadian kejadian seperti ini dikupas di barbagai media dan di talan mentah mentah oleh masyarakat Surabaya. Tak ayal di berbagai tempat ngumpul orang terdengar omelan omelan yang menyesalkan elit Partai dan KPU.
Ternyata bukan hanya itu, para Pegawai Negeri Sipil pun turut dukung mendukung secara praktis. Sehingga banyak kalangan yang merasa kesal; dengan kejadian kejadian ini. Bahkan pengurus RT RW ada yang menyesalkan hal ini, kalau begini terus apa bisa maju Negara ini. Pegawai saja melanggar undang undang, tuturnya kesal.
Oleh : Kusworo (Dewan Penasehat Seribupilar.com)

![]() CCTV Purabaya | ![]() Kutuk Yahudi |
![]() Berbagi Ceria Ramadhan | ![]() Berbagi Ceria Ramadhan |